Ia harus memecahkan segala masalahnya sendiri.
Hal itulah yang dirasakan oleh seorang gadis asal Malaysia, Adilla Kamaruzzaman.
Foto yang ia unggah di akun Twitternya mendapat respon hingga lebih dari 30.000 warganet.
Foto itu menunjukkan Adilla yang sedang mengenakan toga dan topi wisuda, tetapi berdiri di antara dua makam.
Makam itu tak lain adalah pusara ayah dan ibunya, yang meninggal dunia beberapa tahun silam.
Baru-baru ini, gadis 21 tahun itu merampungkan pendidikan diploma di Universitas Teknologi Mara (UiTM) di Lendu, Melaka, dari jurusan seni desain.
Seperti TribunJogja.com kutip dari Mynewshub, ibu Adilla meninggal ketika ia berusia empat tahun. Ia masih begitu mengingat jelas peristiwa mengiris hati itu. Kala itu, Adilla bersama orangtuanya mengendarai sepeda motor untuk pulang.
Hingga di sebuah jalan, ada mobil yang menabrak mereka.
Ibu Adilla terlempar ke tengah jalan, lalu tak lama kemudian, datang sebuah truk yang menggilas tubuhnya.
"Saya melihat kejadian itu sendiri dan sejauh ini saya tidak bisa melupakan kejadian pahit itu," tutur Adilla.
Enam tahun kemudian saat usianya 10 tahun, sang ayah justru jatuh di kamar mandi sehingga lumpuh.
Tak berselang lama, ayah Adilla meninggal dunia.
Kehidupannya pun berubah ketika pamannya membawa Adilla ke sebuah panti asuhan di Ampangan, Seremban.
Sang paman berjanji akan menjemputnya lagi di usia 12 tahun.
Ia terus menunggu, tetapi pamannya tak kunjung datang.
Lama-lama Adilla sudah biasa hidup jauh dari kampung.
Saat belajar di perguruan tinggi, perjuangan yang dilalui Adilla juga tidak mudah.
Ia memanfaatkan uang simpanan selama tinggal di panti asuhan, tetapi itu hanya bertahan selama tiga semester saja.
Setelah itu, Adilla mengerjakan berbagai pekerjaan demi bertahan hidup, termasuk melukis mural, mengecat rumah orang dan melakukan kerja sambilan saat cuti semester.
Ia pun mengandalkan pinjaman dari badan tabungan pendidikan tinggi nasional sebesar RM1,000 per semester.
Namun di bulan ketiga, ia sering kali mengikat perutnya dan makan hanya seminggu sekali.
Saat bulan Ramadan, Adilla juga pernah hanya mampu membeli susu kedelai.
Susu itu ia gunakan untuk sahur dan membatalkan puasa.
"Tidak masalah orang bilang apa, yang penting halal dan tidak mengganggu orang lain," ungkap Adilla yang kini sedang bekerja untuk bekal melakukan pendidikan sarjana di tahun depan. (*sumber)

0 Response to "Foto Wisuda Gadis Ini Bikin Air Mata Menetes, Ia Berdiri di Pusara Ayah Ibunya"
Post a Comment